Home » Opini Islami » Materi Pokok Pendidikan Di Masa Rosulullah

Materi Pokok Pendidikan Di Masa Rosulullah

tauhid

Materi Pokok Pendidikan Di Masa Rosulullah: 

  • Materi membaca ayat-ayat Allah Swt  (tilāwah al-ayāt)

Pengajaran al-Qur`ān al-Karīm dalam sejarah telah dimulai sangat awal sekali, yaitu setelah Bai`at al-`Aqabah pertama saat Mush`ab Ibn `Umair rda diutus oleh Rasulullah saw sebagai seorang duta guru ngaji al-Qur`ān untuk masyarakat Madinah serta mengajarkan pula hukum-hukum syari`ah. Karena itu pula, Mush`ab Ibn`Umair dikenal dengan julukan “al-Muqrī”.

Ibn Syaibah dan al-Wāqidī meriwayatkan dalam hadits-hadis yang dikumpulkan oleh keduanya tentang hijrah Ibn Ummi Maktûm bahwa saat dia menuju Madinah untuk berhijrah setelah perang Badar, dia sempat singgah di sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Dār al-Qurra”, yaitu rumahnya Makhramah Ibn Naufal.

Sejarah jejak pengajaran al-Qur`ān di masa Rasulullah saw dapat ditunjukkan dalam dua bukti:

Pertama, para ahli membaca al-Qur`ān –sejak mula sejarah- telah menjadi sekte sosial yang cukup dikenal.

Kedua, para ahli membaca al-Qur`ān ini memiliki rumah-rumah khusus tempat mereka mempelajarinya.

Bahkan, dengan bahasa yang sangat jelas, Rasulullah saw memerintahkan umatnya untuk mengambil ilmu membaca al-Qur`ān dari empat orang sahabat yang dikenal, yaitu:

 “Ambillah oleh kalian al-Qur`ān dari empat orang: `Abdullāh Ibn Mas`ûd, Sālim, Mu`ādz dan Ubay Ibn Ka`ab”. (Hr. Bukhāri)

  • Materi penyucian hati (tazkiyah al-nafs)

Sedangkan artikulasi al-tazkiyah dari dimensi istilah syar`i (terminologis agama), menurut Ahmad Farīd (seorang ulama kontemporer yang sangat konsern dengan pendidikan jiwa) adalah:

 “Maksud tazkiyah al-nufûs adalah mensucikan dan mengharumkannya, sehingga jiwa selalu siap memperkenankan Tuhannya serta beruntung di dunia dan akhiratnya, sebagaimana Allah Swt berfirman [Sungguh beruntung orang yang mensucikan 

(mentazkiyah) jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya] (Qs. Al-Syams [91]: 9-10)”.

  • Materi Ibadah

Rasulullah saw mengajarkan kepada para sahabatnya semua hal yang terkait dengan masalah shalat. Bahkan shalat menjadi pencegah perbuatan keji dan munkar.  (Hr. Al-Nasāi)

Rasulullah saw mengajarkan kepada para sahabatnya semua hal yang berkaitan dengan masalah shaum. (Hr. Muslim)

Materi-materi yang diajarkan Rasulullah saw untuk mentazkiyah jiwa-jiwa sahabatnya menurut hasil kajian para ulama adalah:
  • Materi Tauhid dan Akidah Keimanan

wallpaper muhammdSeluruh ulama sīrah nabawiyyah –berdasarkan hasil penelitian Muhammad Amhazûn- bersepakat bahwa sejak di Makkah, Rasulullah saw menanamkan materi-materi tauhid dan akidah keimanan kepada manusia. Materi-materi tersebut meliputi: Men-tauhid-kan Allah swt dalam rubûbiyah-Nya, Men-tauhid-kan Allah swt dalam ulûhiyah-Nya, Dua pondasi dasar dibangunnya keta`atan pengabdian kepada Allah swt, yaitu: a) tidak beribadah kecuali kepada Allah swt, dan b) tidak beribadah kecuali dengan syari`atNya yang disampaikan melalui lisan rasulNya. Tauhid mencakup perkataan dan perbuatan 

Rasulullah saw mengajarkan kepada para sahabatnya semua hal yang berkaitan dengan masalah zakat.  (Hr. Muslim)

Rasulullah saw mengajarkan kepada para sahabatnya semua hal yang berkaitan dengan masalah haji. (Hr. Muslim)

  • Materi Akhlak dan Adab

Materi akhlak di masa Rasulullah saw berisi pada dua bahasan utama yaitu: (a) menghiasi diri dengan akhlak-akhlak terpuji (al-akhlāq al-mahmûdah), dan (b) membuang akhlak-akhlak tercela (al-akhlāq al-madzmûmah).

Pada akhlak-akhlak terpuji, Rasulullah saw mengajarkan akhlak-akhlak sebagai berikut : Sabar, Tawakkal, Adil, Kasih sayang, Malu, Jujur, Derma, Rendah hati

Pada akhlak-akhlak tercela Rasulullah saw melarang akhlak-akhlak sebagai berikut:Dzalim, Hasad, Menipu, Ujub dan Tertipu, Lemah dan Malas.

  • Materi Doa dan Zikir

Dalam Pendidikan rabbaniyah di masa Rasulullah saw, materi-materi dalam rumpun tazkiyah adalah materi-materi yang tidak terpisah satu dengan lainnya, karena di rumpun inilah materi-materi pembentukan karakter rabbāniyah berpusat dan berputar. Rasulullah saw mengajarkan aqidah keimanan melalui ibadah, akhlak atau adab dan do`a, mengajarkan ibadah melalui aqidah keimanan, akhlak atau adab dan doa, mengajarkan akhlak atau adab melalui aqidah keimanan, ibadah dan doa, serta mengajarkan doa melalui aqidah keimanan, ibadah, akhlak atau adab.

Rasulullah saw mengajarkan bahwa salah satu syarat diterimanya doa seorang hamba adalah memakan makanan yang halal, karena Allah swt adalah Zat Yang Maha Thayyib (baik), sehingga tidak menerima satu doa yang dipanjatkan kepada-Nya kecuali dari orang yang thayyib dan yang memiliki perilaku yang thayyib.

  • Materi ta`līm al-Kitāb dan al-hikmah

Rasulullah saw mengaitkan semua peristiwa sejarah, alam dan sosial kemasyarakatan dengan dasar-dasar keimanan kepada yang gaib, ibadah dan akhlak yang mulia. Rasulullah saw mengajarkan bahwa peristiwa kusuf (gerhana matahari) dan khusuf  (gerhana bulan) terkait dengan keagungan dan kekuasaan Allah swt, bukan karena takhayyul kematian seseorang atau mistik karena ada peristiwa bencana dan lain-lain..\

Metode Rasulullah saw dalam mendidik umatnya diajarkan langsung oleh Allah swt dalam firman-Nya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. Al-Nahl [16]:125)

Metode Rasulullah saw dalam mendidik umatnya diajarkan langsung oleh Allah swt dalam firman-Nya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. Al-Nahl [16]:125)

Pendekatan Hikmah (Kebijaksanaan).

Dalam pendekatan hikmah, Rasulullah saw menerapkan metode pendidikan yang sangat memperhatikan unsur-unsur dasar antara lain:

Memperhatikan tadarruj (tahapan) pembelajaran.

  1. Menjaga etika berkomunikasi dan mengajak berbicara setiap orang sesuai dengan kadar pemikiran mereka..
  2. Menjaga maslahat dan menolak mudarat..
  3. Menjaga Aulawiyāt (prioritas).
  4. Menjaga waktu. Rasulullah saw sangat memperhatikan waktu mengajar dan belajar agar tidak membosankan para sahabatnya.
  5. Menjaga Perencanaan dan Manajemen pendidikan.
  6. Pendekatan Mau`idzah Hasanah (Nasehat yang Baik)
  7. Metode Kisah

Dalam menjalankan misi pendidikan, untuk melihat tingkat atau kadar penguasaan sahabat terhadap materi pelajaran, Rasulullah saw juga mengevaluasi sahabat-sahabatnya. Dengan mengevaluasi sahabat-sahabat, Rasulullah saw mengetahui kemampuan para sahabat dalam memahami ajaran agama atau dalam menjalankan tugas. Unsur-unsur muhasabah

yang dijalankan oleh Rasulullah saw berada di seputar indikator iman dan kufur, di mana dengan indikator-indikator iman seseorang dapat meraih derajat kemuliaan dan dengan indikator kufur seseorang mendapatkan derajat kehinaan.

Ditulis oleh : DR. Muhamad Sarbini, M.H.I.

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.