Home » Opini Islami » Metode Tahfidz Untuk Sekolah Islam Terpadu

Metode Tahfidz Untuk Sekolah Islam Terpadu

tahfidz Qurán

Alloh  berfirman:

 “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr [15]: 9)

Dalam ayat ini Alloh  menjanjikan sebuah jaminan akan kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama-lamanya. Syaikh Asy Syinqiti menafsirkan ayat diatas bahwa:

“Alloh  yang menurunkan Al Qur’an akan memelihara (keontetikannya) nya dari penambahan, pengurangan, maupun perubahan” (Adhwaul Bayan, 2/225)

Para ulama tafsir yang lain semisal Ibnu Katsir, Ath Thobari, As Sa’di, Al Qurthubi dan lainnya juga mentafsirkan ayat diatas dengan makna yang serupa sekalipun dalam susunan kata dan kalimat yang berbeda. Ahmad Syakir  dalam ringkasan tafsir Ibnu Katsirnya mengatakan bahwa diantara menjaga keotentikan Al Qur’an yang dilakukan oleh kaum Muslimin sejak Rosululloh  hingga detik ini adalah dengan menghafalnya, yang mana hal ini tidak pernah dilakukan oleh umat sebelumnya. Mereka menghafal dan meriwayatkan Al Qur’an dari Rosululloh secara mutawatir, ayat demi ayat, kalimat demi kalimat, huruf demi huruf, terpelihara dalam dada dan dikukuhkan dengan tulisan pada mushaf.

Dan hingga detik ini tidak bisa dipungkiri, setiap tahunnya, ratusan bahkan mungkin ribuan kaum Muslimin diseluruh penjuru dunia berhasil menghafal Al Qur’an. Entah laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa. Ini adalah mukjizat Al Qur’an yang akan terjaga hingga hari kiamat sebagaimana janji Alloh dalam ayat diatas. Dan mereka yang menjadi penghafal disetiap tahunnya bukanlah orang yang sama yang telah menghafal pada tahun sebelumnya. Ini berarti setiap tahunnya jumlah penghafal Al Qur’an dimuka bumi ini bertambah….Allohu Akbar!!!! Sebuah mukjizat yang tidak pernah bisa diikuti oleh agama-agama lain didunia ini.

Berangkat dari inilah banyak para ulama membuat metode tahfidz yang paling tepat dan cocok, baik dari segi usia, jenis kelamin, daerah, kota, Negara, jenjang pendidikan, iklim dan lain sebagainya.

Maka dari itu tidaklah kita terheran-heran jika sekolah-sekolah Islam terpadu di Indonesia yang mulai menjamur pada awal 90-an juga menjadikan tahfidz Al Qur’an sebagai program unggulan, hingga lahirlah dari mereka para aktifis Islam yang bergelut didunia pendidikan ini berbagai macam metode tahfidz disekolah terpadu.

Walau berbagai metode tahfidz mereka lahirkan, akan tetapi ada beberapa hal yang semuanya mereka sepakati dalam menghafal Al Qur’an, diantaranya:

  1. Dalam menghafal Al Qur’an harus terkumpul tiga kegiatan utama yaitu;
    1. Tahsin, untuk memperbaiki cara membaca Al Qur’an
    2. Setoran hafalan baru, untuk menambah perbendaharaan hafalan
    3. Muroja’ah, untuk menjaga hafalan lama agar tidak lupa
  2. Waktu-waktu untuk melaksanakan kegiatan tahfidz ada tiga waktu utama, yaitu;
    1. Ba’da Subuh untuk setoran hafalan baru
    2. Ba’da Ashar untuk muroja’ah hafalan lama
    3. Ba’da Mghrib untuk tahsin atau kegiatan Qur’ani lainnya
  3. Dalam  menghafal hanya menggunakan satu mushaf, dan tidak berganti-ganti dengan mushaf lainnya yang beda cetakan atau beda penulisan.

Itulah beberapa persamaan yang paling banyak ditemui dalam metode tahfidz di sekolah terpadu. Namun itu tidaklah menjadi suatu hal yang perlu diperdebatkan antara satu dengan yang lainnya. Sebaliknya kita patut bersyukur kepada mereka-mereka yang berusaha gigih untuk menjaga keotentikan Al Qur’an. Wallohu ‘Alam

Ditulis oleh: Hasan Abu Zaid, Lc.

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 

You must be logged in to post a comment.